Rabu, 13 April 2011

Sinopsis Serial Cinta Cenat Cenut Eps.9 "The Legancy" [Trans TV]

Tayang : Jumat 15 April 2011 Jam : 20.00 WIB hanya di Trans TV

Sejak kedatangan si lelaki tua (ep#8), Putri baru tau kalau lelaki tua itu ternyata adalah Usman Rusdiantoro (Hengky Solaiman), kakek dari Rafael, Morgan dan Rangga. Putri sangat bingung dengan kebetulan ini dan malah marah pada kakek Usman yang tak memberi taunya sebelumnya.
Revalina dan Danar yang sama-sama menantu Usman tampak berlomba-lomba mengambil simpati dari Usman. Hal ini mereka lakukan demi mendapat keputusan Usman yang hendak memberikan jabatan komisaris Toro Grup pada salah satu cucu mereka; Rafael, Morgan dan juga Rangga.
Revalina merasa Rafael berhak atas Toro Grup karena dia adalah cucu dari anak pertama Usman, Harli Rusdiantoro yang sudah meninggal. Sedangkan Danar merasa berhak atas Toro Grup karena dia dan Morgan sama-sama laki-laki yang mampu menjalankan perusahaan kelurga mereka. Sementara itu Gilang (Verdi Solaiman), anak bungsu Usman sekaligus Papa Rangga, sudah tidak dipercaya oleh Usman dalam mengelola perusahaan keluarga mereka. Namun Rangga bersikeras pada papanya dan menginginkan papanya mendapatkan hak mereka sebagai penerus Toro Grup. Usman bingung menentukan siapa yang paling berhak.
Bisma, Ilham, Reza dan Dicky ikut prihatin tentang perebutan warisan dari keluarga Usman Rusdiantoro. Mereka merasa bersyukur kalau kakek mereka yang sudah meninggal membagikan warisan perusahaan mereka secara merata.
Putri yang kecewa dengan keluarga Rusdiantoro kesal sendiri karena merasa selalu terlibat masalah dalam kelurga mereka. Tapi tIba-tiba Bisma mengajak Putri untuk jalan-jalan alias ngedate. Putri  langsung saja menolaknya. Namun apa maksud Bisma melakukan hal ini?  Dan bagaimana jika Rafael tau kalau Bisma mengajak Putri ngedate?



Senin, 04 April 2011

Sinopsis Serial Cinta Cenat Cenut Eps.8 "The Old Man" [Trans TV]

Tayang : Jumat 8 April 2011 Jam : 19.30 di Trans Tv



Rafael kontan menentang keputusan mamanya Revalina soal pertunangannya dengan Gladis yang dibuat tanpa sepengetahuannya. Namun Revalina memberi alasan yang kuat kenapa dia membuat keputusan tersebut. Revalina sengaja mempersiapkan Rafael untuk menjadi seorang pemimpin dalam keluarga maupun untuk perusahaan besar mereka, Toro Grup. Mendengar alasan itu, Rafael tak berani memberi alasan yang sebenarnya bahwa dia mencintai perempuan lain, yaitu Putri.
Sementara itu Gladis merasa tenang karena kini ia sudah bertunangan dengan Rafael. Namun mengetahui Rafael yang tak mau melepas Putri begitu saja, Gladis pun mengadu ke Revalina kalau selama ini Putri menjadi pengganggu bagi hubungannya dengan Rafael.  
Ayah Putri yang sangat prihatin dengan anaknya yang selalu dibuat patah hati akhirnya menghiburnya dengan mengajaknya memancing, hobby mereka sewaktu Putri kecil. Di sini Putri bertemu dengan seorang kakek tua (Hengky Sulaiman) yang memberi pencerahan dan semangat baru untuk Putri .
Kakek tua: “Walaupun fisik kakek sudah tua, tapi mata kakek tidak pernah tua nak. Kakek bisa lihat juga dari mata kamu! Satu hal yang kakek lihat; semangat
Namun Putri masih ragu akan semangatnya mempertahankan cinta Rafael. Apalagi tiba-tiba Revalina mendatangi Putri dan meminta Putri untuk tidak lagi mendekati Rafael. Revalina mengancam Putri dan keluarganya. Hingga akhirnya Putri pun terancam dikeluarkan dari sekolah.

Jumat, 01 April 2011

SM*SH









Kisah 9,5 jari tangan Bisma Karisma (SM*SH)

Jari tangan telunjuk sebelah kirinya Bisma putus akibat ulah GENG MOTOR !

     Peristiwa ini terjadi tahun 2007 di Bandung. Lokasinya Bisma lupa. Malam itu, sekitar pukul 11, Bisma baru pulang dari menganbil barang yang tertinggal di rumah teman. Tiba-tiba saja, segerombolan geng motor menghadang Bisma. Mereka adalah GENG MOTOR!


      Tahu keganasan mereka, Bisma hanya pasrah dan hanya membaca "Istighfar". Bisma bukan anggota geng motor yang lain. Bisma juga memberikan apa saja yang diminta. Seluruh isi tas, dompet, HP, dan lainnya. Semuanya, deh. Bisma betul-betul syok dan bingung. Mereka terlihat begitu ganas. Yang terakhir, mereka meminta helm yang Bisma pakai. "Jangan melawan," kata mereka. Bisma juga memberikan helm dan tidak memberi perlawanan, tiba-tiba mereka membantai Bisma begitu saja. Bisma tak ingat benda tajam apa aja yang menghujani Bisma. Ketika itu, Bisma hanya bisa berteriak "istighfar" , dan tangan berusaha melindungi kepala.




      Saat kejadian itu, Bisma enggak pingsan sama sekali. Bisma sadar ketika sejumlah orang datang menolong dan membawa ke rumah sakit. Baju putih Bisma penuh dengan darah. Sambil menahan sakit saya menyaksikan darah menguncur dari sekujur tubuh. Tangan kanan Bisma juga sudah glapek, enggak bisa ngapain-ngapain, enggak bisa digerakan. Tulangnya juga kelihatan. Bisma syok banget melihatnya. Dalam hati Bisma berkata, "Aduh, bagaimana, ini, saya enggak bisa break dance lagi."




       Lukannya Bisma berada di badan, tangan, kepala, dan telinga. Telinga kiri Bisma robek, hampir putus. Jari tangan Bisma sekarang tinggal 9,5. Potongannya sudah di kubur. Sementara pergelangan tangan kanan masih bisa di selamatkan, di operasi dan ditanam pen (besi penyangga otot, red). Kata dokter, kalau tangan Bisma tidak menahan kepala, mungkin akan lebih parah dan banyak memori yang hilang. Total, ada 250 jahitan disekujur tubuh Bisma. Alhamdulilah wajah Bisma tidak ada yang luka.




       Bisma tidak dendam sama sekali dengan geng motor. Semenjak kejadian itu, enggak tau kenapa Bisma ikhlas. Serius. Bisma sendiri aneh, kok bisa berlapang dada. Padahal, sebetulnya Bisma punya ego yang lumayan kuat. Hanya Papa dan Mama Bisma yang kesal dan enggak terima dengan kejadian itu. Kok anak yang selalu di manja (Bisma anak bungsu dari 2 bersaudara. Kakaknya bernama Mega), dianiaya seperti ini. Justru Bisma yang menenangkan Papa dan Mama, memang sudah jalannya harus begini.


       Bisma hanya dua hari berada di RS. Waktu itu, pas tiga hari menjelang Lebaran, dan Bisma sudah berencana ingin merayakannya di kampung, Sumedang. Jadi, dalam kondisi masih di perban dan dipen, Bisma di bawa ke Sumedang untuk di rawat bibi, yang kebetulan perawat. Bisma lupa berapa lama di sana.


       Bisma masih sangat trauma dengan geng motor. Bisma enggak berani keluar malam sambil mengendarai motor. Mendengar bunyi knalpot saja bikin syok. Pernah waktu jalan-jalan dengan teman pakai mobil, ada kumpulan pengendara motor. Jaraknya jauh, sih, tapi langsung bikin Bisma gemetaran dan hampir pingsan karena ketakutan.


       Bisma sudah enggak bisa maksimal lagi dengan dance (Bisma pernah juara pertama di Let's Dance to Japan di Global TV). Kalau harus beraksi dengan bertumpu pada tangan, enggak kuat lama karena sakit. Kalau headspin (aksi beroutar di atas kepala) masih bisa. Untung lukanya di kepala bukan di bagian tengah.


       Enggak ada yang perlu ditutup-tutupi lagi tentang jari Bisma. Dulu pernah ada ide, jari di sambung dengan yang jari buatan, tapi Bisma dan keluarganya menolak. Lebih baik apa adanya dan enggak ada yang palsu. Bisma juga cuek dan enggak ada masalah. Fans ada yang bertanya mengenai hal ini dan Bisma jelaskan. Ini memang sudah terjadi, dan Bisma lebuh menatap ke depan .




                                                               TheEnd~